Jumat, 17 September 2010

= Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara

September 17 at 11:52am

Kawan-kawan yang senada dan seirama,

telah muncul kendala teknis di persiapan FT2010 yang ternyata telah berhasil kami atasi sehingga mengharuskan pelaksanaan FT2010 bergeser waktunya menjadi tanggal 27-29 September. tapi tahunnya tetap 2010 juga.

nah bagi kawan-kawan yang bermaksud menjadi peserta lomba, inilah beberapa syarat perlombaannya :


1. Lomba ini hanya diperuntukkan bagi manusia, bukan hewan bukan pula tumbuhan.
2. peserta tidak akan dipungut biaya, sumbangan, zakat atau apapun. seandainya ada yang datang ingin memungut biaya kepada anda, telitilah lebih dahulu, mungkin itu pungutan tv kabel atau lsitrik yang belum anda bayar.
3. tidak sedang dalam keadaan sakit parah misalnya abis ditabrak mobil, sedang menjalani operasi usus buntu, di infus atau melahirkan.
4. memiliki mental kuat sehingga kalau kalah tidak mengamuk atau menangis
5. membawa fotocopy identitas diri misalnya KTP atau SIM. tidak perlu membawa foto dan kopi.
siap menjadi beken dan terkenal, karena nanti akan ada wartawan juga yang datang.
6. tidak perlu membawa surat nikah bagi yang belum menikah. demikian pula bagi yang sudah menikah, tapi boleh membawa istri, baik itu istrinya sendiri maupun istri ayahnya, asal jangan istri orang lain.
7. peserta yang boleh ikut adalah mereka yang berusia 16 tahun keatas.
8. peserta yang tidak boleh ikut adalah mereka yang berusia 16 tahun kebawah.

syarat no 9 dan seterusnya serta hal lain yang belum jelas silahkan ditanyakan ke Indra Sudah Tersenyum dan Bj Sam's. No kontaknya silahkan tanyakan langsung ke yang bersangkutan.

demikian kabar dari saya. berterima kasihlah karena sudah mendapat kabar.

salam,

event manager : Nala

= (ruangrupa) UNDANGAN : "IMAGES ACROSS ASIA TOUR", presentasi "IMAGE FESTIVAL" — TORONTO

Ruangrupa Jakarta
September 17 at 1:06am

OK.Video Jakarta International Video Festival, Ruangrupa dan Forum Lenteng mempersembahkan :



"IMAGES ACROSS ASIA TOUR"

Presentasi "IMAGE FESTIVAL" — TORONTO


21 Sepetember 2010, Jam 18.00 WIB
Goethehaus
Jalan Sam Ratulangi 9-15
Jakarta Pusat.

OK.Video Jakarta International Video Festival, Ruangrupa dan Forum Lenteng dengan senang hati menghadirkan IMAGES ACROSS ASIA TOUR, sebuah presentasi khusus IMAGE Festival, Toronto Canada yang akan dipresentasikan oleh Pablo De Ocampo, Artistic Director IMAGE Festival.

IMAGE Festival adalah festival seni video, film dan seni media baru yang diadakan setiap tahun di Toronto, Cananda. Festival ini adalah salah satu festival internasional yang melibatkan lintas disiplin dalam seni visual (http://www.imagesfestival.com/)

Image Across Asia Tour

1. Nelson Henricks
Nelson Henricks aktif menggunakan tubuh dalam mengeksplorasi bahasa yang puitis. Ia membongkar tubuh dalam bahasa filem yang jenial sebagai sebuah refleksi. Seniman ini sangat disiplin dalam penggunaan teks, musik, bahasa video dan teknik editing yang sangat indah.

Nelson Henricks lahir di Bow Island, Alberta dan merupakan lulusan
Alberta College of Art (1986). Ia pindah ke Montreal pada tahun 1991, di mana ia menerimaBFA dari Concordia University (1994). Henricks tinggal dan bekerja di Montreal,di mana dia telah mengajar di Universitas Concordia (1995 - sekarang), Universitas McGill(2001 - 2003) dan Université du Québec à Montréal (1999, 2003). Dia jugamengajar di University of Toronto (2003). Ia adalah seorang musisi, penulis, kurator dan seniman. Henricks terkenal dengan karya-karya videonya yang telah dipamerkan di seluruh dunia. Henricks adalah penerima Bell Kanada dalam Video Art Award (2002) danDewan Gubernur Alumni Award of Excellence dari Alberta College of Artdan Desain (2005).


Conspiracy of Lies
1992, video,12 min

Comédie
1994, video, 7 min


Crush
1997, video, 12 min

Window (fenêtre)
1997, video, 3 min

Time Passes
1998, video, 7 min

Planetarium
2001, video, 21 min

Satellite
2004, video, 6 min

Failure
2007, video, 7 min

Untitled (Score)
with Jackie Gallant
2007, video, 7 min


2. The Space Between Two Impossible Landscapes
Program ini adalah koleksi enam seniman yang menggunakan imaji-imaji elektronis dalam mencipakan lanskap, geografi, dan bentuk-bentuk arsitektural. Video-video ini seperti sebuah simulakra dan menjadi jembatan untuk menjalaskan kenyataan-kenyataan yang mungkin ada dalam ruang ingatatan (memori) dan mimpi.

Apollo Shrapnel: Part 1
Tasman Richardon, 2000, video, 4 min

Spiritual Intervention
Pierre-Luc Lapointe, 2009, video, 5 min

At the Heart of a Sparrow
Barry Doupé, 2006, video, 29 min

Through the Holes
Elizabeth vander zaag, 1982, video, 4 min

Impossible Landscapes
Leslie Peters & Dara Gellman, 2006, video, 12 min

Electronic Sunsets 21 & 25
Jane Wright, 1974, video, 8 min

= GLOBAL ART INTERNATIONAL DRAWING COMPETITION...2010.


GLOBAL ART INTERNATIONAL DRAWING COMPETITION...2010.

BABAK WILAYAH JOGJAKARTA-TEMANGGUNG-MAGELANGMINGGU 24 OKTOBER 2010 LANTAI 2, HALL A & B AMBARUKMO PLAZA YOGYAKARTA

= DISKUSI SENI DAN INDUSTRI 22 SEPTEMBER DI SANGGAR SUKET

DISKUSI SENI DAN INDUSTRI 22 SEPTEMBER DI SANGGAR SUKET


Time
Thursday, September 16 at 2:00pm - September 22 at 11:00pm

LocationDI SANGGAR WAYANG SUKET
Surakarta, Indonesia

Created By

More InfoDATANG YA SDULUR..DI Acara Ngobrol/Diskusi Kesenian..TEMA : SENI DAN INDUSTRI..Pembicara Pak Rahayu Supanggah ( Komposer), Garin Nugroho ( Sutradara Film), Afrizal Malna ( Penyair )..Moderator Slamet Gundono di Sanggar Wayang Suket Mojosongo..Rabu 22 September 2010-jam 7 MALAM .

= SYAHWAT KEABADIAN Kumpulan Puisi Nietzsche

Time
September 20 · 7:30pm - 9:00pm

LocationGoetheHaus
Sam Ratulangi 9 - 15
Jakarta, Indonesia

Created By

More Info
Seri Puisi Jerman yang sejak tahun 2003 dieditori sastrawan Indonesia Agus R. Sarjono dan pengamat sastra Berthold Damshäuser (Universitas Bonn/Jerman) telah menyajikan kepada pembaca Indonesia terjemahan dari karya Rainer Maria Rilke, Bertolt Brecht, Paul Celan, Johann Wolfgang von Goethe dan Hans Magnus Enzensberger. Dalam buku ke-6 Seri Puisi Jerman yang baru saja terbit, dikumpulkan terjemahan dari puisi-puisi Friedrich Nietzsche.


Filosof Jerman Friedrich Nietzche (1844-1900) termasuk pemikir yang paling berpengaruh di zaman modern. Ia mewarnai filosofi dan pemikiran pada abad ke-20, dan dampak ide-idenya sampai sekarang sangat terasa. Juga di Indonesia Nietzsche cukup diperhatikan. Sebagian dari karyanya tersedia dalam terjemahan ke bahasa Indonesia, dan terdapat juga beberapa penelitian dan buku tentang filosofinya. Namun, Nietzsche di Indonesia hampir sama sekali belum dikenal sebagai penyair.


Melalui kumpulan puisi Nietzsche yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser untuk Seri Puisi Jerman VI, pembaca Indonesia untuk pertama kalinya dapat memperoleh kesan mendalam tentang perpuisian Nietzsche, yang dalam sejarah sastra Jerman tercatat sebagai prestasi yang unik dan gemilang. Terutama melalui puisinya Nietzsche membuktikan diri sebagai seniman bahasa bertingkat maestro, sehingga ia –di samping Martin Luther dan Johann Wolfgang von Goethe– dianggap pembaharu bahasa Jerman yang terpenting.
Seri Puisi Jerman VI ini memuatkan puisi-puisi Nietzsche dari semua fase kepenyairannya, dan disajikan secara kronologis. Yang difokuskan ialah puisi yang ditulis oleh Nietzsche pada puncak kreatifitasnya, yakni ketika ia berumur kira-kira 45 tahun. Misalnya "Ditirambos-ditirambos Dyonisos" yang secara tematis berkaitan erat dengan mahakarya Nietzsche "Demikian Sabda Zarathustra“.


Acara-acara Nietzsche diwujudkan dalam rangka kerja sama antara Goethe-InstitutJakarta dan mitra-mitra Indonesia.





Berthold Damshäuser lahir di Wanne-Eickel/Jerman pada tahun 1957. Sejak 1986 mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Institut für Orient- und Asienwissenschaften (Lembaga Kajian Asia) Universitas Bonn.

Agus R. Sarjono, lahir 1962, adalah salah satu sastrawan paling berpengaruh Indonesia saat ini. Ia juga adalah Pemimpin Redaksi majalah sastra "PUSAT" dan direktur "The Intercultural Institute", Jakarta.

=Tubuh Ketiga: Pada Perayaan yang Berada di Antara - Teater Garasi

Tubuh Ketiga: Pada Perayaan yang Berada di Antara - Teater Garasi

Time
October 12 at 8:00pm - October 13 at 8:00pm

LocationTeater Salihara
Jl. Salihara no.16 Pejaten Barat, Pasar Minggu (dekat UNAS)
Jakarta, Indonesia

Created By
More Info
Sel-Rab, 12-13 Oktober 2010 pukul 20:00 - 22:00 WIB
Teater - Festival Salihara 2010

Teater Garasi (Yogyakarta , Indonesia)
Tubuh Ketiga: Pada Perayaan yang Berada di Antara
...Teater Salihara

Sutradara / Director: Yudi Ahmad Tajudin
Pentas ini semacam esai teatrikal atau teater esai tentang kesenian Tarling-Dangdut dan Indramayu. Bahwa sebagai sebentuk kesenian yang berkembang di pesisir utara Jawa, Tarling-Dangdut menyimpan banyak aspek yang menarik, terutama jika dikaitkan dengan sejarah kebudayaan Indonesia sebagai sejarah kebudayaan “di antara”. Ia begerak di antara kebudayaan agraris dan industrial, antara desa dan kota, antara tradisional dan modern. Ia tersusun dari pertemuan dan percampuran budaya-budaya yang berbeda. Tubuhnya terbangun dari lapisan-lapisan.

Tarling-Dangdut juga problematis. Ia dianggap bukan seni tradisi tetapi juga belum seni modern. Ada masyarakat yang menggemarinya sebagai bagian dari ritus sosial maupun bentuk kesenian, tetapi ada pula yang menolak dan merendahkannya dengan alasan tertentu.

Tapi di tengah posisi problematis itu ia terus tumbuh menjadi penanda kota dan wilayah Indramayu.

Sementara sebagai sebuah kota Indramayu tumbuh di antara pusat-pusat kebudayaan yang saling menanamkan pengaruhnya: Jawa Tengah (Solo dan Yogyakarta), Jawa Barat (Bandung) dan Jakarta yang merupakan pusat Indonesia modern. Ia bisa dibaca sebagai desa sekaligus kota yang tumbuh di “ruang ketiga”. Itulah entitas kebudayaan yang tidak tumbuh dari satu definisi atau identitas saja, tetapi percampuran dari berbagai-bagai. Karena itu ia hanya bias dipahami dengan berbagai pendekatan dan sudut pandang.

Untuk pentas kali ini Teater Garasi melakukan riset dan berproses langsung di Indramayu. Sebelumnya, Teater Garasi mementaskan j(ej)alan (2008) dan sejumlah proyek monolog bagi aktor-aktrisnya.

Tiket:
HTM Rp 50.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 25.000,-

==========================================

Tue-Wed, 12-13 October 2010 at 8:00pm - 10:00pm
Theater - Festival Salihara 2010

Teater Garasi (Yogyakarta , Indonesia)
The Third Body: On Embracing the In-Betweenness
Salihara Theater

This performance is a kind of theatrical essay on the art form of Tarling-Dangdut and Indramayu. As an art form which has developed in the north coast region of Java, Tarling-Dangdut has many interesting aspects to it, especially when related to the history of Indonesian culture as a cultural history of the “in between.” It moves between agrarian and industrial cultures, between rural and urban, between traditional and modern. It is composed of the meeting and mixing of different cultures. Its body is constructed from layers.

Tarling-Dangdut is also problematic. It is considered to be neither traditional art nor an art which is modern. There are people who are fans as part of social rituals or as an art form, but there are those who reject and criticize it for various reasons. But in the midst of its problematic position it continues to grow as an icon of the city and area of Indramayu.

Meanwhile as a city Indramayu has grown up between cultural centers which have also influenced it: Central Java (Solo and Yogyakarta), West Java (Bandung) and Jakarta, the center of modern Indonesia. It can be read as a village and at the same time as a city growing in the “third space”. That is as a cultural entity which has not developed from only one definition or identity, but a combination of diverse ones. Because of that, it can only be understood through various approaches and perspectives.

For this performance Teater Garasi undertook research and their creative process working directly in Indramayu. Previously, Teater Garasi performed j(ej)alan (2008) and a number of monologue projects for various actors/actresses.

Tickets Rp 50.000,- | Students Rp 25.000,-

==========================================

Informasi Acara & Tiket Pertunjukan

Informasi acara & reservasi tiket (kecuali pameran)
021-789-1202, 0817-077-1913
0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934
melan@salihara.org, dita@salihara.org
Informasi pameran & Galeri Salihara
021-9619-2632, ipiet@salihara.org

Pemesanan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, dan/atau online diwww.salihara.org
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di loket Salihara, atau transfer/setor ke BCA No. 450-30-17108 a.n. Yay. Utan Kayu.
Pembayaran melalui transfer dianggap sah setelah bukti transfer difaks ke 021-781-8849. Bukti transfer asli wajib ditunjukkan saat mengambil tiket.
Pemesanan tiket yang tidak dilunasi dalam 3 hari akan dianggap batal.
Pemesanan tiket pertunjukan ditutup pada hari H-2 pukul 17:00 WIB. Setelah itu, loket Salihara hanya melayani pembelian secara langsung.
Pelajar/Mahasiswa yang ingin mendapatkan tiket harga khusus wajib membawa kartu pelajar/mahasiswa.
Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.
Pers yang ingin meliput wajib memberi konfirmasi maksimal hari H-1 pukul 17:00 WIB, karena jumlah tiket pers sangat terbatas.

Waktu Operasional
Waktu operasional untuk seluruh komunikasi dan Loket Salihara
Senin-Jumat, 09:00-17:00 WIB
Sabtu, 16:00-19:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup, kecuali ada acara
Bila ada acara, waktu operasional diperpanjang hingga pukul 21:00 WIB
Waktu operasional khusus pameran
Senin-Sabtu, 11:00-20:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup

= Bonita and the hus Band

Bonita and the hus Band


Time
September 23 · 7:00pm - 8:30pm

LocationSerambi Salihara
Jl. Salihara no.16 Pejaten Barat, Pasar Minggu (dekat UNAS)
Jakarta, Indonesia

Created By
More Info
Musik - Festival Salihara 2010

Bonita and the hus Band
Kam, 23 September 2010 19:00 WIB
Serambi Salihara
...
BONITA & the hus BAND (BNTHB) adalah band dengan empat anggota: Bonita (vokal, tamborin), Petrus Briyanto Adi alias Adoy (gitar, vokal), Bharata Eli Gulo (perkusi, vokal), dan Jimmy Tobing (saksofon). Dalam setiap aksinya mereka menampilkan musik-musik bernafas akustik, soul, folk, dan R&B. Syair-syair lagu mereka berangkat dari pengalaman hidup sehari-hari. Karena itu terasa sangat pribadi tapi juga menyangkut pengalaman orang banyak. Lagu God Came to Me misalnya, yang sangat dominan oleh petikan gitar akustik ditingkahi vokal Adoy yang memberat, bercerita tentang Tuhan yang datang kepada manusia membawa cinta. Peristiwa yang mirip turunnya wahyu kepada Nabi, bergerak antara realisme dan surealisme.

Sebagai vokalis, Bonita sebenarnya sempat bekerja sama dengan sejumlah musisi, bahkan ia pernah menerbitkan dua album solo, Bonita (2003) dan ...laju (2009). BNTHB sendiri baru dibentuk pada 2006. Dalam formasi awal, Rizal Bayu Prasadha (gitar bass, vokal) ikut memperkuat, sebelum akhirnya keluar dan masuklah Jimmy Tobing pada Mei 2009. Dengan formasi terakhir ini penampilan BNTHB semakin kompak. Kemampuan dan pengalaman masing-masing pemain ikut memperkuat karakternya. Bonita punya kemampuan bernyanyi yang penuh jiwa serta ekspresi totalnya, sementrara Adoy dengan gaya ritme gitar yang ketat dan perkusif, Bharata dengan gaya bermain perkusi yang solid dan berdendang, dan Jimmy dengan gaya eklektriknya membuat kuartet akustik ini tampak “total, kuat, riang, menyenangkan”.

BNTHB mendapat tanggapan yang menarik dalam setiap pentasnya. Mereka meraih sukses pada penampilan internasional pertama di “On the Waterfront Series—Indie Asia” pada April 2009 di Outdoor Theater, Esplanade, Singapura. Album mereka BONITA & the hus BAND vol-1 – limited edition sebanyak 50 keping habis terjual selama tiga hari konser.

Setahun kemudian, Maret lalu, Bonita dan kawan-kawan kembali tampil di Esplanade, Singapura, dalam festival musik internasional Mosaic Music Festival 2010.

==========================================

Music - Festival Salihara 2010

Bonita and the hus Band
Thu, 23 September 2010 7:00pm
Salihara Lounge

BONITA & the hus BAND (BNTHB) is a band with four members: Bonita (vocals, tambourine), Petrus Briyanto Adi alias Adoy (guitar, vocals), Bharata Eli Gulo (percussion, vocals), and Jimmy Tobing (saxophone). Every time they perform their music includes acoustic, soul, folk, and R&B. The lyrics of their songs come from their experiences in daily life. The song, God Came to Me for example, which is dominated by the plucking of acoustic guitar punctuated by the heavy vocals of Adoy, tells the story of how God came to humans bringing love. This event that resembles the Prophet receiving the revelation moves between realism and surrealism.

As a vocalist, Bonita has actually worked with a number of musicians, and even produced two solo albums, Bonita (2003) and …laju (2009). BNTHB was formed in 2006. In the initial formation, Rizal Bayu Prasadha (bass guitar, vocal) was part of the group before he left and Jimmy Tobing joined in May 2009. With their current formation, BNTHB appears more unified. The ability and experience of each performer plays a part in enriching the character of the group. Bonita has the ability to sing soulfully and very expressively, while Adoy has a tight and percusive rhythm guitar style, Bharata with a solid and singing style of playing percussion, and Jimmy with his electric style make this acoustic quartet appear “total, strong, vibrant, and enjoyable."

BNTHB get interesting responses every time they perform. They achieved success in their first international performance at “On the Waterfront Series—Indie Asia” in April of 2009 at the Outdoor Theater, The Esplanade Singapore. Their album, BONITA & the hus BAND vol-1 – limited edition sold out 50 discs in the three day concert. A year later, last March, Bonita and friends again appeared at The Esplanade, Singapore, in the international music festival Mosaic Music Festival 2010.

==========================================

Informasi Acara & Tiket Pertunjukan

Informasi acara & reservasi tiket (kecuali pameran)
021-789-1202, 0817-077-1913
0857-193-111-50, 0812-8184-5500, 021-9974-5934
melan@salihara.org, dita@salihara.org
Informasi pameran & Galeri Salihara
021-9619-2632, ipiet@salihara.org

Pemesanan dapat dilakukan melalui telepon, SMS, dan/atau online diwww.salihara.org
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di loket Salihara, atau transfer/setor ke BCA No. 450-30-17108 a.n. Yay. Utan Kayu.
Pembayaran melalui transfer dianggap sah setelah bukti transfer difaks ke 021-781-8849. Bukti transfer asli wajib ditunjukkan saat mengambil tiket.
Pemesanan tiket yang tidak dilunasi dalam 3 hari akan dianggap batal.
Pemesanan tiket pertunjukan ditutup pada hari H-2 pukul 17:00 WIB. Setelah itu, loket Salihara hanya melayani pembelian secara langsung.
Pelajar/Mahasiswa yang ingin mendapatkan tiket harga khusus wajib membawa kartu pelajar/mahasiswa.
Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.
Pers yang ingin meliput wajib memberi konfirmasi maksimal hari H-1 pukul 17:00 WIB, karena jumlah tiket pers sangat terbatas.

Waktu Operasional
Waktu operasional untuk seluruh komunikasi dan Loket Salihara
Senin-Jumat, 09:00-17:00 WIB
Sabtu, 16:00-19:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup, kecuali ada acara
Bila ada acara, waktu operasional diperpanjang hingga pukul 21:00 WIB
Waktu operasional khusus pameran
Senin-Sabtu, 11:00-20:00 WIB
Minggu dan hari libur nasional tutup