Jumat, 22 Oktober 2010

= Pertunjukan Medea Media by Naomi Srikandi


Time
Thursday, October 28 at 7:30pm - October 29 at 9:00am

LocationJogja National Museum
Jl. Amri Yahya no.1
Yogyakarta, Indonesia

Created By

More Info
Pertunjukan
Medea Media
Sebuah adaptasi bebas atas Medea karya Euripides

Naomi Srikandi, peraih Empowering Women Artists dari Kelola, Hivos, dan Ford Foundation berkolaborasi dengan Erythrina Baskoro, B. Verry Handayani, Clink Sugiarto, Febrian Eko Mulyono, Jamaluddin Latif, M.N.Qomaruddin, Novi Kristinawati, Ozzy Fauziah, Risky Summerbee, Wok the Rock.
Didukung oleh: Banjar Tri Andaru Cahyo, Dipta Pradipta, Doni Kurniawan, Erson Padapiran, Exon Baruna, Miftakul Effendi, Safrudin Gombloh.
Manajer Produksi: Rarik Oktiviani

Kamis & Jumat, 28 & 29 Oktober 2010
Pukul 19.30 - 21.00 WIB

Tiket Rp 20.000
Reservasi: Hani 081328476304 atau 0274415844
___________________________________________________________

Konsep Karya

Medea Media adalah adaptasi atas lakon klasik Medea yang digarap dengan pendekatan kontemporer untuk menemukan cara pemanggungan yang segar dan relevan dengan hari ini; menempatkan substansi cerita dan tokoh-tokoh Medea ke dalam bentuk, tubuh, sikap, perilaku dan relasi-relasi baru yang merujuk pada kenyataan sehari-hari kini.

Tentang Medea Klasik

Medea klasik adalah tragedi sebuah kerajaan di mana Euripides dengan halus menunjukkan kelemahan struktur keluarga/masyarakat melalui batas-batas publik/privat yang diputar-balikkan oleh cara berpikir dan gagasan sosial-politis tokoh Medea yang dianggap menyimpang perihal keluarga, peran gender, dan tugas-tugas warga negara.

Adaptasi dalam Medea Media

Medea Media membicarakan Medea dalam konteks media massa. Medea klasik membungkus gagasan sosial-politisnya dengan drama cinta yang kompleks; pengorbanan, pengkhianatan, pembalasan dendam, pengasingan, dan tak lupa: pembunuhan. Bersanding dengan realitas media yang mendukung selebritas dan cerita-cerita sensasional semacam itu, kisah klasik Medea berpeluang menemukan ruang dan publik barunya untuk relevan diperbincangkan kembali. Medea menawarkan sensasi yang mampu memikat publik lewat kisah cintanya yang tragis dan di saat yang sama berpotensi membuka tafsir kritis atas gagasan yang dikandungnya melalui hubungannya dengan media sekarang. Untuk itu, Medea Media mengolah bentuk TV show yang bernuansa musical. TV show maupun musical di sini adalah gagasan bentuk yang potensial untuk terus dijelajahi kemungkinan perwujudannya, di luar apa yang sudah umum dipahami sebagai TV show dan mainstream musical.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar